Meski PTS dilakukan Daring, Siswa SDIT Permata Bunda Tetap Berseragam

Meski PTS dilakukan Daring, Siswa SDIT Permata Bunda Tetap Berseragam

Bandarlampung (31/3) – Memasuki pekan ke-3 wabah virus Corona, seluruh sekolah di Indonesia melakukan belajar di rumah, tidak terkecuali SDIT Permata Bunda Rajabasa Bandarlampung, sudah 2 pekan melaksanakan pembelajaran dari rumah secara daring (dalam jaringan) atau dikenal dengan pembelajaran berbasis rumah (Home Base Learning). Home Based Learning merupakan salah satu ikhtiar sekolah untuk tetap mengkondisikan peserta didik dalam menjalankan proses-proses yang ada di sekolah dengan penyesuaian kondisi di rumah peserta didik.

Hari ini, para siswa melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS) yang sempat tertunda karena ada wabah virus covid ini. PTS dilakukan secara daring selama 3 hari ke depan, selama ujian ini dilaksanakan orang tua diminta untuk mendampingi anaknya dalam pengerjaan dan diharapkan tidak membantu dalam menjawab soal yang ada. Yang menarik adalah ada siswa yang melaksanakan PTS ini memakai seragam sekolah lengkap, ini menurut orang tua siswa agar semangat belajar seperti di sekolah tetap terbawa.

Menurut Kepala SDIT Permata Bunda Syafrul Anwar, S.Pd.Gr. yang dihubungi lewat pesan whatsapp, salah satu aktivitas yang dilakukan oleh peserta didik di rumah adalah PTS Daring.

” PTS daring dilaksanakan dalam rangka menguji pencapaian KD yang telah dipelajari peserta didik selama tengah semester genap”,ucapnya.

Anwar biasa disapa menambahkan dalam pesan tersebut bahwa pengerjaan PTS pengerjaannya dengan waktu yang fleksibel,  “Selain itu penyelenggaraannnya diatur
sedemikian rupa dengan waktu pengerjaan yang fleksibel namun tetap terkendali”,imbunya.

“Peran orang tua juga sangat besar dalam pendampingan dan pemfasilitasan gawai/laptop. PTS daring tidak hanya menguji aspek kognitif, tetapi juga menanamkan karakter mandiri, jujur, dan bertanggung jawab kepada peserta didik”, tutupnya.

Selain itu, ketua pelaksana PTS Nurul Hidayah, S.Pd. saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp mengucapkan terima kasih kepada orang tua siswa atas kerjasama yang baik dalam pelaksanaan PTS online tersebut.

” Alhamdulillah PTS daring di sambut baik oleh orang tua dan anak-anak di rumah. Terimakasih kepada ayah/bunda di rumah yang sudah mendampingi ananda dalam proses daring PTS ini”, ujar Nurul biasa disapa.

Diakhir percakapan Nurul mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru dalam menyiapkan PTS online ini, “Terimakasih juga kepada ustad dan ustadzah yang sudah mempersiapkan  PTS ini dengan sangat baik sehingga PTS daring ini bisa berjalan dengan lancar”, tutup Nurul mengakhiri. (dhl)

Admin Humas

JSIT Dukung Pemerintah Batalkan UN 2020

JSIT Dukung Pemerintah Batalkan UN 2020

JSIT Dukung Pemerintah Batalkan UN 2020

Surabaya (26/03) — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia merespon baik keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), yang Selasa (24/03/2020), menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19), termasuk diantaranya Pembatalan Pelaksanaan UN 2020.

Ketua Umum JSIT Indonesia Mohammad Zahri mengatakan penghapusan UN 2020 di tengah kondisi merebaknya Covid-19 adalah langkah yang sangat tepat dilakukan Mendikbud.

“Saya menilai langkah yang dilakukan Mas Menteri ini sangat tepat, mengingat kian meluasnya virus Corona di tanah air, sehingga upaya menjaga keselamatan jiwa warga sekolah harus diprioritaskan”, ungkapnya.

Lebih lanjut, pria asal Surabaya ini menyatakan, pembatalan UN 2020 yang disebabkan wabah Corona ini, maka siswa harus tetap belajar jarak jauh atau daring, sehingga memerlukan kreativitas, serta tanggungjawab guru dan sekolah.

“Dampak meluasnya wabah Corona, hingga membuat sekolah memperpanjang masa belajar di rumah, akan mendorong para guru dan kepala sekolah lebih mandiri dan kreatif, untuk merancang pembelajaran jarak jauh atau daring”, tegas pria berkacamata ini.

Meski UN dibatalkan, lanjut Mohammad Zahri, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang selama ini didengungkan menjadi pengganti UN pun sebaiknya ditunda dulu untuk tahun ini. Hal ini, menurutnya karena belum ada arahan yang jelas dari Pusat.

“AKM yang sebelumnya sempat diwacanakan sebagai pengganti UN di tahun 2021, menurut hemat saya sebaiknya tidak ada untuk tahun ini, karena membutuhkan persiapan yang cukup memakan waktu,” tuturnya.

Selain AKM, salah satu rencana yang juga diwacanakan sebagai pengganti Ujian Nasional adalah SK (Survey Karakter).

Menurut Zahri, hal ini bisa diserahkan ke masing-masing satuan pendidikan sesuai pengembangan karakter yang sudah diterapkan. Dengan begitu, satuan pendidikan akan berlomba-lomba menunjukkan keunikkannya dalam pengembangan karakter yang dibutuhkan masyarakat.

Sementara itu menyikapi kondisi wabah Corona yang kian meluas, JSIT Indonesia membentuk Tim Tanggap Bencana Covid-19 yang bertujuan untuk berperan aktif dalam penuntasan wabah virus corona, dengan memfasilitasi adanya pelayanan pendidikan, konseling dan pendampingan bagi siswa dan wali murid serta penguatan kelembagaan bagi sekolah dan guru yang terdampak dengan merebaknya virus Corona ini.

Tim ini nantinya juga akan terlibat aktif memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya guru dan wali murid. Edukasi akan dilakukan dengan tetap menjaga protokol pencegahan guna mempercepat penanganan wabah corona yang menimpa bangsa ini.

Sumber :
http://jsit-indonesia.com/2020/03/jsit-dukung-pemerintah-batalkan-un-2020/

Ungensi Public Speaking Untuk Guru

Ungensi Public Speaking Untuk Guru

“Every teacher can talk, but not any teacher can speak”. Setiap guru bisa bicara, tetapi tidak semua guru bisa berbicara di hadapan orang banyak. Berbicara dalam kehidupan keseharian sangatlah mudah, tetapi tidak semudah berbicara dengan lugas,jelas, dan tepat sasaran.

Salah satu keterampilan yang dapat menunjang keberhasilan guru sebagai pendidik sekaligus motivator bagi para siswa adalah kemampuan public speaking. Secara umum, public speaking adalah ilmu berbicara untuk menyampaikan sesuatu hal di hadapan orang banyak dengan tujuan tertentu. Kemampuan public speaking bukanlah keahlian karena bakat atau warisan. Melainkan keahlian yang harus dipelajari. Mungkin saja, ada guru yang memiliki bakat berbicara dengan baik, tapi tanpa latihan yang serius bakat ini lama-kelamaan akan berkurang kualitasnya.

Sebagai guru, kita harus mahir menyampaikan materi pelajaran agar mudah dimengerti siswa. Semudah apapun suatu materi, jika guru kurang lihai menyampaikannya dengan teknik komunikasi yang menarik, niscaya materi tersebut sulit dicerna oleh siswa. Sayangnya, kesadaran akan pentingnya kemampuan komunikasi ini masih belum dimiliki oleh para guru. Padahal, guru adalah faktor utama dan pertama dari kunci sukses sebuah proses belajar mengajar di sekolah.

Guru yang memiliki public speaking yang baik akan lebih dekat dengan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kompas (2008), “Guru yang disenangi oleh siswa adalah mereka yang mampu mengajar dengan komunikatif, fun, rileks, dan humoris”. Oleh karena itu, kemampuan public speaking penting untuk guru agar bisa menyampaikan materi pelajaran secara jelas dan tepat. Sehingga apa yang menjadi nasehat, teguran, dan penjelasan guru dapat langsung ditangkap oleh siswa.

Apalagi cara guru dalam mengajar juga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar, terutama dari aspek kemudahan siswa dalam menyerap pelajaran. Untuk itu, kemampuan berbicara yang bisa menarik perhatian siswa merupakan sebuah keharusan bagi guru. Sebuah mata pelajaran yang menjadi momok bagi banyak siswa akan semakin susah dipahami jika dibawakan oleh seorang guru yang kemampuan komunikasinya rendah. Karena itulah, setiap guru sangat layak menguasai keahlian public speaking.

Sayangnya, masih banyak pihak yang menilai keahlian public speaking hanya milik para pejabat, pegawai, pembawa acara, artis, dan pelaku seni lainnya. Padahal kemampuan berbicara di depan umum sejatinya adalah kemampuan yang harus dimiliki semua orang.

Guru diharapkan bisa melakukan presentasi dihadapan siswa dengan percaya diri dan tanpa canggung. Jangan hanya menyuruh siswa berani presentasi di depan kelas saja tanpa memberi keteladanan. Guru harus tampil lebih dulu untuk mencontohkan cara public speaking yang baik. Sehingga siswa akan cepat dan mudah untuk  meniru. Karena tulisan saja tak cukup kuat untuk berkata-kata sehingga keahlian berbicara (public speaking) menjadi sangat penting karena ia dapat menguatkan arti dari sebuah tulisan. Ia dapat memperkuat sebuah maksud dan tujuan pembelajaran.

Guru semestinya menyadari tidak semua siswa dapat menggali sendiri pengetahuan dari buku atau sumber lainnya. Seringkali guru perlu menjelaskan hal-hal yang dianggap baru oleh siswa. Oleh karena itu guru perlu memiliki keterampilan menjelaskan dengan baik dengan teknik public speaking yang mumpuni. Keterampilan menjelaskan merupakan salah satu keterampilan dasar mengajar yang harus dikuasai guru. Menjelaskan pada dasarnya adalah menuturkan suatu materi pelajaran secara gamblang sehingga siswa memahami materi pelajaran.

Hasil belajar yang diperoleh dari pejelasan adalah pemahaman, bukan ingatan. Melalui penjelasan, siswa dapat memahami hubungan sebab akibat, memahami prosedur dan konsep. Sedangkan hasil belajar yang berupa ingatan atau hafalan diperoleh melalui cerita. Dengan demikian, apabila guru menceritakan suatu peristiwa, maka hasilnya adalah siswa dapat menceritakannya kembali. Sementara dengan penjelasan, hasil belajar siswa adalah bisa menjelaskan kembali dengan bahasanya sendiri.

Ditinjau dari isi yang disampaikan, guru harus bisa “menyeberangkan” pesan kepada siswa dengan berbagai macam makna menjelaskan, seperti menyampaikan informasi, menerangkan,  menjelaskan, memberi motivasi,  dan mengajukan pendapat pribadi guru.

Menyampaikan informasi berarti menyampaikan fakta untuk sekadar diketahui saja. Sehingga siswa menerima pengetahuan baru dan mampu mengingatnya. Contohnya, dampak gejala alam bisa berupa pemanasan global, banjir, tsunami, gempa, dan gunung meletus.

Menerangkan artinya isi yang disampaikan menunjukkan apa atau bagaimana sesungguhnya sesuatu itu. Dalam hal ini isi bersifat pengertian atau istilah. Dengan demikian, siswa diajak berpikir untuk membuat pengertian atau istilah dengan bahasanya sendiri. Contonya, arti sumber daya alam adalah kekayaan alam yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Menjelaskan menunjukkan sesuatu yang memiliki hubungan antara dua hal atau lebih. Misalnya, hubungan sebab akibat; alasan-alasan ;bukti-bukti; hubungan antara dalil beserta contoh penerapannya. Contohnya, untuk apa seorang muslim melakukan sholat?.

Memberi motivasi diartikan sebagai memberi dorongan, menimbulkan minat dan perhatian siswa. Biasanya, guru harus menunjukkan mengapa materi pelajaran ini perlu dipelajari dan apa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, mengapa siswa perlu mengetahui tentang diharamkannya bunga bank.

Mengajukan pendapat pribadi guru artinya guru memaparkan pandangan pribadinya disertai alasan-alasan fakta atau data yang mendukung pendapatnya itu. Karena pendapat tersebut sifatnya subjektif, berarti siswa harus diberi kebebasan untuk mengajukan pendapat pula yang tidak sama dengan guru. Selain itu, siswa juga diajak berpikir sendiri dulu untuk mencari jawabannya. Guru jangan terburu-buru menyampaikan jawaban atau pemecahan soal.

Pada awalnya akan banyak siswa yang bingung bagaimana mencari jawaban yang dihadapkan kepadanya. Namun, bila guru sudah lancar menggunakan teknik berkomunikasi alias public speaking niscaya guru akan mudah menggiring proses berpikir siswa dan memantik ide-ide baru agar segera menyeruak keluar dari otak siswanya. Karena kemampuan memecahkan masalah atas dasar berpikir sendiri secara objektif adalah salah satu tujuan terpenting dari pendidikan yang dimulai dari sekolah dasar.

Dalam suasana belajar mengajar di kelas guru perlu memperhatikan teknik-teknik menjelaskan menurut ilmu public speaking yaitu orientasi, bahasa yang sederhana, artikulasi, nada suara, tempo bicara, volume suara, kontak mata, bahasa tubuh, humor, dan umpan balik (feedback).

Orientasi atau pengarahan berarti guru berusaha mengantarkan siswa pada materi yang akan dibahas. Pada awal pelajaran, penting sekali siswa tahu dengan jelas apa tujuan pelajaran dan apa pokok persoalan yang akan dibicarakan. Dengan bahasa yang sederhana dan kalimat yang pendek diharapkan siswa akan lebih perhatian dalam mendengarkan penjelasan guru. Hindari kalimat yang berbelit-belit dan kata-kata sisipan seperti “eehh”, “emmm”, dan sebagainya. Baik juga bila guru menggunakan waktu diam sejenak sebelum mengutarakan hal yang penting. Adapun istilah baru yang kurang familiar di telinga siswa atau ada kata-kata asing, hendaknya segera dijelaskan dengan lebih rinci.

Teknik artikulasi adalah kemampuan mengucapkan kata secara jelas. Sehingga tak akan ada lagi siswa yang menginterupsi guru untuk meminta mengulangi kembali penjelasan karena kurang mendengar penuturan guru. Hindari berbicara seperti orang yang sedang bergumam atau menambah dan mengurangi bunyi-bunyi suku kata. Contohnya : nol menjadi enol atau menteri menjadi mentri.

Nada juga menentukan tinggi dan rendahnya suara. Variasikan nada suara kita saat mengajar agar terkesan tidak monoton dan mampu menyesuaikan dengan penjelasan yang kita tuturkan. Bila ingin mengajak siswa lebih bersemangat untuk menyimak, nada suara guru harus memiliki power agar lebih terdengar mantap. Saat marah pun, hindari nada suara terlalu tinggi karena teguran yang penuh dengan emosi akan membuat nasihat atau pesan guru tidak bisa ditangkap siswa dengan bijak.

Selain itu, guru perlu menjaga tempo bicaranya dengan stabil. Jika berbicara terlampau cepat, siswa kesulitan mencerna apa yang guru katakan. Sebaliknya bila terlampau lambat, pikiran siswa akan melantur kemana-mana. Bahkan ada yang asyik ngobrol dan sering izin keluar kelas karena merasa bosan. Karena itu, ubahlah kecepatan suara selama menjelaskan suatu materi. Variasikan kecepatan dan nada agar kejenuhan di kelas bisa berkurang.

Volume suara juga ikut menentukan kesuksesan guru dalam menjelaskan suatu materi. Terkadang kita tidak menyadari bila terdapat masalah pada volume suara yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Padahal, jika volume terlampau rendah siswa akan bersusah payah mendengarkan penjelasan guru. Sebaliknya, jika volume terlampau keras dan berapi-api akan membuat siswa merasa terganggu secara pendengaran dan psikologis.

Kontak mata pun turut membangun hubungan yang hangat antara guru dan siswa. Siswa tidak akan memerhatikan guru yang kurang memerhatikan siswa. Maka usahakan pandangan mata jangan hanya tertuju pada satu sudut atau sekelompok siswa saja. Guru perlu memutar pandangan matanya sehingga semua siswa merasakan bahwa mereka tengah diajak bicara.

Menurut penelitian pakar komunikasi, “Kata-kata hanya menyumbang 7%; suara menyumbang 38%; sementara bahasa tubuh menyumbang 55% bagi kesuksesan berbicara”.  Saat menjelaskan pelajaran ekspresi wajah harus sesuai dengan gerak tubuh. Gerakan tubuh guru harus wajar dan jangan melakukan gerakan yang tidak bermakana. Misalnya, ada siswa yang bertanya dan kita belum tahu jawabannya maka guru tak perlu menggaruk-garuk kepala atau memperlihatkan ekspresi bingung. Respons saja dengan tenang sambil melemparkan pertanyaan tersebut kepada siswa lain yang bisa menjawab atau kita ajak untuk mencari jawabannya langsung di perpustakaaan atau lewat internet.

Selanjutnya, selipkan humor di sela-sela guru menjelaskan khususnya pada materi yang cukup berat dan serius. Humor lucu dan sopan yang dilemparkan guru akan membuat suasana kelas lebih cair. Bahkan guru yang humoris akan lebih disukai siswa karena “nafsu makan” siswa dalam mengunyah materi akan lebih meningkat karena guru menggunakan humor sebagai “bumbu masaknya”.

Dan tak kalah pentingnya, yang terakhir adalah gunakan umpan balik saat ingin mengakhiri penjelasan suatu materi. Guru tidak cukup hanya mengatakan, “apakah sudah jelas?” atau “siapa yang mau bertanya?”lalu terus melanjutkan uraiannya. Lebih baik mengajukan pertanyaan lebih rinci guna memancing keluar pertanyaan dari siswa. Bahkan lebih bagus lagi segera diikuti latihan soal atau tanya jawab. Dari sini, guru dapat mengulangi sekali lagi penjelasannya dengan menambah contoh, membuat skema, atau mengurangi kecepatan bicara jika terlihat banyak siswa yang masih bingung menjawab pertanyaan guru.

Semoga para guru mampu melengkapi dirinya dengan berbagai kompetensi khususnya dalam hal public speaking. Dengan kemampuan public speaking, guru bisa tampil di kelas bak trainer handal yang mampu mengubah siswa ke arah yang lebih baik. Seperti kata Mario Teguh, “Guru adalah pengemban misi penumbuhan pribadi yang santun dan yang sungguh-sungguh bekerja bagi kebahagiaan sesama”. Sumber: jsit-indonesia.com

Upacara Memperingati HUT RI ke 73 Tahun

Upacara Memperingati HUT RI ke 73 Tahun

BANGUN INDONESIA MERDEKA

PB1News-Momentum hari kemerdekaan Indonesia menjadi salah satu perhatian yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia, karena dihari tersebut bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berdiri sendiri, menjadi bangsa yang merdeka yang bebas dari jajahan Negara asing.
Dunia pendidikan menjadi salah satu tempat untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia, dengan berbagai kegiatan, mulai dari upacara kemerdekaan, perlombaan, memberikan sumbangan sampai dengan bersih-bersih sekolah.

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Permata Bunda 1, sekolah yang memiliki motto “Sekolah Islami Berprestasi” melakukan kegiatan upacara bendera dalam memperingati HUT RI ke 73 Tahun, dengan penuh khidmat dan semangat kemerdekaan, para siswa dan guru serta karyawan sangat antusias mengikuti upacara tersebut. Kepala Sekolah Bapak Syafrul Anwar,S.Pd. dalam amanatnya mengingatkan arti penting dalam menjaga kemerdekaan dengan melakukan berbagai aktivitas yang positif, baik pada saat di dalam rumah maupun di luar rumah. Selain itu Kepala Sekolah memberikan pesan kepada para siswa agar memiliki cita-cita yang tinggi agar dapat bersaing dengan anak-anak Negara lain.
Indonesia adalah Negara kaya, maka tugas kita adalah menjaga kekayaan tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh rakyat Indonesia.-dhl-
SDIT Permata Bunda 1 Juara Lomba Guru Mengajar

SDIT Permata Bunda 1 Juara Lomba Guru Mengajar

Guru SDIT Permata Buda 1, Maryam, menjadi juara lomba mengajar bagi guru SD/MI se-Provinsi Lampung. Lomba tersebut diadakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Lampung dalam rangka Pekan Bahasa dan Sastra Tahun 2018.

“Kami mengadakan lomba guru mengajar tingkat SD/MI untuk menjaring para tenaga pendidik berpestasi,” kata ketua panitia Acril Zalmansyah, Kamis (20/9/2018). Lomba diikuti oleh 26 guru SD/MI se-Lampung.

Selain mengasah kemampuam para guru dalam penguasaan materi pembelajaran, lomba ini juga untuk mengetahui sejauh mana pemakaian bahas Indonesia yang baik dan benar yang dipakai oleh guru saat mengajar.

Dewan juri yang terlibat antara lain dosen, guru, dan penyuluh kebahasaan serta kesastraan Kantor Bahasa Lampung. Para pemenang lomba yakni juara pertama guru SDIT Permata Bunda 1 Maryam, guru SDN Wayjaha Tanggamus Ike Novitasari Pratiwi, juara ketiga guru SD Darma Bangsa Dewi Mutiarasari, juara keempat guru SDIT Permata Bunda 3 Rosminah, dan juara kelima guru SD Global Madani Anis Okta Fiana.

Acril menjelaskan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lomba LCT tingkat SMA pada Jumat (21/9/2018). Sementara mulai pekan depan, Kantor Bahasa menggelar lomba sastra.

Lulusan Terbaik SDIT Permata Bunda 1 Bandar Lampung Hafal Alquran 10 Juz

Lulusan Terbaik SDIT Permata Bunda 1 Bandar Lampung Hafal Alquran 10 Juz

SDIT Permata Bunda I Bandar Lampung patut berbangga. Sebab, salah seorang lulusan sekolah ini, sudah hafal Alquran sebanyak 10 juz. Masya Allah.

Tiga peringkat penghafal Alquran terbanyak diraih Zakia Azzahra (hafiz 10 juz), Nihal Rahma Salsabila (9 juz), dan M. Anas Akhdan (5 juz).

Pemberian penghargaan kepada mereka sendiri sudah dilakukan pada  event  Wisuda dan Penglepasan Siswa Kelas VI Angkatan XIII tahun 2017 di Hotel Amalia, Kamis, 25/5/2017.

Sebanyak  89 siswa yang diwisuda dalam acara tersebut. Acara dihadiri orangtua dan tamu undangan. Kegiatan berjalan meriah.

Rangkaian wisuda dan penglepasan tahun ini terdiri dari penghargaan siswa berprestasi dalam bidang olahraga, seni, dan yang paling utama dalam bidang Alquran.

Pada bidang olahraga penghargaan diberikan kepada Furqon Nadi Makarim yang berprestasi dalam olah raga futsal dan renang sampai tingkat nasional. Untuk bidang seni dan sastra diraih Athala Putri Kayla Gani yang berprestasi dalam bidang baca puisi dan mendongeng sampai tingkat provinsi.

“Alhamdulillah angkatan ke-13 SDIT Permata Bunda telah memecahkan rekor dalam jumlah hafalan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Kepala SDIT Pertama Bunda Syafrul Anwar, Sabtu, 27/5/2017.

Dalam prosesi wisuda dan penglepasan, seluruh siswa mendapatkan apresiasi dan penghargaan berupa medali angkatan, piagam tahfidz, dan trofi.

“Bagi kami, setiap siswa adalah pribadi yang unik dan berprestasi dalam bidangnya masing-masing sehingga perlu diasah dan dan dikembangkan, salah satunya dalam bentuk penghargaan dan apresiasi,” pungkas Kepala Sekolah.

Acara yang mengambil tema Menjadi Pemimpin yang Dirindukan Surga, turut dimeriahkan dengan tampilan seni tari kreasi dari ekstrakurikuler tari serta seni angklung dan puisi dari ekstrakurikuler angklung.

Di samping itu, terdapat pula persembahan siswa yang diwisuda berupa lagu untuk guru dan perpisahan. Suasana pun semakin hari dan penuh tangis kalau di akhir sesi seluruh siswa dan orang tua berjabat tangan dan beramah tamah dengan para guru.

Kegiatan wisuda dan penglepasan siswa oleh SDIT Permata Bunda I dinilai lebih sukses, khidmat, dan elegan oleh beberapa orangtua yang hadir dalam acara tersebut.(*)

Laporan Adian Saputra, Wartawan Jejamo.com

Siswa SDIT Permata Bunda I Sumbang Rp15,8 Juta untuk Rakyat Palestina

Siswa SDIT Permata Bunda I Sumbang Rp15,8 Juta untuk Rakyat Palestina

Sebanyak 535 siswa dan 50 guru SDIT Permata Bunda I mengikuti Kegiatan Refleksi Isra Mikraj dan Edukasi Palestina pada Senin lalu, 10/4/2017. Kegiatan yang dihelat bagi keluarga besar SDIT Permata Bunda I tersebut menghadirkan Ustaz Ramadhan dari KNRP Lampung dan Kak Ony dari KNRP Pusat.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30-09.30 tersebut diawali dengan pengondisian siswa di kelas kemudian acara pembukaan.  Mereka mengadakan shalat dhuha bersama dengan penuh hikmat dan dilanjutkan eduksi ke-Palestina-an.

Kegiatan ini difokuskan di dua tempat yang berbeda. Siswa kelas I dan II mendongeng bersama Kak Ony dan boneka khasnya di Aula DDII Lampung. Sementara itu siswa Kelas III-VI mendapat taujih dari Ustaz Ramadhan di halaman sekolah.

Seluruh siswa antusias mengikuti edukasi Palestina. Tidak hanya mendapatkan pencerahan tentang Palestina, para siswa juga mendapat pencerhan tentang makna Isra Mikraj berbasi pendekatan ke-Palestina-an. Suasana haru manakala kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk Palestina.

Rangkaian kegiatan edukasi Palestina ditutup dengan penggalangan dana untuk Palestina. Siswa dengan sukarela dan ikhlas mengumpulkan dana terbaik mereka yang telah disiapkan dari rumah.

Dari sumbangan itu, terkumpul dana Rp15.835.000. Di samping terkumpul pula 1 buah ponsel dari guru dan 3 buah jam tangan siswa.

KNRP Lampung sangat mengapresiasi SDIT Permata Bunda yang telah  bekerja sama dalam edukasi Palestina.

“Alhamdulillah sekolah dan siswa sangat antusias dalam edukasi Palestina. Ke depan kiata dapat  bekerja sama lagi dalam produk kegiatan KNRP lainnya,” ungkap Cucu Mulyono, pimpinan KNRP Lampung.(*)

Laporan Widyaningrum, Wartawan Jejamo.com